Cara Memperkuat Ketebalan Lapisan Aspal

Cara Memperkuat Ketebalan Lapisan AspalDi Indonesia, untuk menemukan jalan raya yang memiliki kondisi baik dengan pengecualian jalan tol terbilang masih sulit. Jalan raya tersebut meliputi kebanyakan jalan raya, baik jalan kecil maupun jalan utama. Akibat kerusakan jalan tersebut menjadi rawan menyebabkan kecelakaan, khususnya pada malam hari dan sering mengganggu kenyamanan berkendara.

Cara Memperkuat dan Ketebalan Lapisan Aspal

Biasanya, kita sebagai pengguna jalan akan mengomel dan mengeluh. Bahkan untuk menarik perhatian pemerintah dan untuk memberikan peringatan bagi pengguna jalan lainnya, ada beberapa warga yang tidak sabar menunggu perbaikan sengaja menanam pohon di jalan aspal yang berlubang itu.

Anda sendiri juga pasti pernah mengeluh tentang jalan raya di sekitar rumah Anda dan mungkin pernah mendengar beberapa keluhan seperti “baru diaspal kok langsung rusak, pasti dananya dipangkas, dll”

Nah, ada baiknya kita mengerti cara kerja pengaspalan, terutama mengenai cara memperkuat aspal sebelum kita berasumsi atau menuduh orang lain seperti pemerintah atau kontraktornya. Pengetahuan ini juga berguna di sekitar lingkungan dengan swadaya apabila kita mau memperbaiki aspalnya.

Kuat tidaknya lapisan aspal jalan raya ternyata ada beberapa faktor pengaruhnya. Faktor pengaruh itu dapat berasal dari kombinasi yang kurang tepat sehingga dapat mempercepat kerusakan aspal. Lalu bagaimana cara agar dapat memperkuat aspal supaya tahan lama ? Berikut penjelasannya.

Cara Memperkuat Ketebalan Lapisan Aspal

Biasanya kita melihat para pekerja pengaspalan bekerja dengan menuangkan material beberapa kali. Mereka akan menaburkan aspal cair, kerikil, pasir dan kombinasi lain. Hal ini dilakukan untuk membuat lapisan yang cukup tebal dan untuk menentukan kemampuan aspal dalam menahan beban kendaraan.

Pada umumnya di Indonesia sendiri aspal beton disebut dengan lapisan aspal beton atau laston. Berikut beberapa lapisan permukaan untuk pengaspalan :

  1. Lapis pondasi bawah atau AC-Base atau Asphalt Concrete-Base adalah lapisan pertama yang mempunyai tingkat ketebalan minimum 6 cm. Lapisan ini terletak di atas permukaan tanah dasar.
  2. Lapis pondasi atas atau AC-BC atau Asphalt Concrete-Binder Course adalah lapisan pondasi berikutnya yang mempunyai tingkat ketebalan minimum 5cm dan sering disebut juga dengan laston lapis permukaan antara. Hal ini dikarenakan berada di tengah kedua lapisan lainnya.
  3. Lapis paling atas atau disebut juga dengan AC-WC atau Asphalt Concrete-Wearing Course adalah lapisan pondasi atas atau lapis permukaan dengan nama lain laston lapis aus. Ketebalan minimum lapisan ini adalah 4 cm. Lapisan ini juga merupakan bagian yang langsung berhadapan dengan tekanan ban kendaraan di jalan raya.

Jadi, jika disesuaikan dengan peraturan maka minimum ketebalan aspal yang baik adalah penjumlahan dari jumlah minimum tiap lapisan yaitu 6+5+4 = 15 cm. Semakin tebal laston yang dipakai, akan semakin tahan lama penggunaan dan semakin kuat pula.

Jenis Bahan Dan Material Aspal

Menghindari resapan air merupakan salah satu kunci utama aspal yang kuat. Oleh sebab itu sebaiknya gunakan material yang tahan terhadap air. Biasanya, bahan – bahan yang digunakan untuk lapis pondasi bawah yaitu kerikil, pasir halus, tanah liat biasa, pasir halus, tanah liat biasa, tanah liat koloidal, tanah lumpur, dan pasir kasar.  Diantara bahan-bahan tersebut, yang paling baik dipakai sebagai lapisan pondasi bawah yaitu kerikil, pasir kasar, dan pasir halus. Hal itu karena mereka tidak menyerap air,  bisa memperpanjang usia aspal dan lebih kuat merekat dengan lapisan atasnya.

Beban Pada Aspal

Sederhananya semakin sering jalan raya dilalui oleh kendaraan akan semakin tinggi pula beban dan kemungkinan kerusakan pada lapisan aspal. Kendaraan berjalan lambat dan jalan raya yang padat lalu lintas juga dapat mempercepat kerusakan. Dengan memberi batasan beban atau tonase yang diperbolehkan merupakan cara termudah untuk menghindari hal ini. Sedangkan untuk tujuan menjaga kualitas jalan raya tersebut, beberapa papan penunjuk jalan yang menunjukkan batas beban kendaraan yang diperbolehkan juga dapat digunakannya.

Kemiringan Jalan

Tahukah kalian mengapa jalan raya tidak sepenuhnya datar ?  Ternyata hal ini merupakan salah satu teknik konstruksi jalan aspal. Kendaraan berat dan lamban membuat aspal mudah lubang, apalagi jika ditambah dengan air hujan yang menggenang. Karena genangan air yang tidak mengalir, sehingga sering terjadi timbulnya lubang di lapisan aspal. Hal ini yang membuat jalan di bagian tengah ke masing-masing sisi jalan dibuat sedikit miring agar dapat memberikan jalan bagi air hujan ke selokan.

Sistem Pembuangan Air atau Drainase

Lapisan aspal yang baik dan kuat membutuhkan pembuangan air yang baik atau sistem drainase.  Oleh sebab itu untuk menentukan kekuatan dan ketahanan usia aspal, pemilihan bahan dan jenis material yang tepat seperti yang disebutkan di atas menjadi pertimbangan penting. Selain itu, tanah dasar yang akan dilapisi juga menentukan. Hal ini dikarenakan banyak jalan raya yang turun sebagian atau amblas bukan karena kualitas pekerjaan atau lapisan aspal yang buruk, melainkan tanah dasarnya yang tidak mempunyai sistem drainase yang cukup baik.

Itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai pembuatan jalan beraspal. Semoga informasi di atas mempermudah Anda mempunyai rencana untuk memperbaiki jalan aspal secara swadaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *