Karakteristik Kabel Bawah Laut

Karakteristik Kabel Bawah Laut – Pada dasarnya jenis dan konstruksi kabel bawah laut memiliki perbedaan yang cukup jauh jika dibandingkan dengan kabel kelistrikan secara umum. Berdasarkan fungsinya, kabel bawah laut terdapat dua jenis yaitu untuk menghantar daya ataupun data. Akan tetapi banyak juga ditemukan satu kabel yang dapat menghantarkan daya dan data secara langsung.

Kabel Bawah Laut

Dalam pembuatan kabel bawah laut ini, wajib dibuat mengikuti aturan yang bersumber dari IEC Standard 60288, yang dimana desain dan pembuatannya hanya dikhususkan untuk penggunaan di dalam air seperti diletakkan di dalam laut tepatnya di dasar laut atau ditanam di bawah dasar laut.

Berdasarkan standar IEC 60288 bahwa kabel bawah laut wajib memiliki ketahanan terhadap aktivitas gunung berapi bawah laut, aktivitas gempa, serta tahan terhadap 

Sesuai standar IEC 60288, kabel bawah laut wajib tahan terhadap aktivitas gempa, hewan laut dan ranjau atau jaring pelaut. Selain itu, berdasarkan dengan standar IEC 60288 bahwa kabel bawah laut harus memiliki ketahanan terhadap topografi dasar laut yang memiliki tekstur kasar dan berbatu

Karakteristik Kabel Bawah Laut

Sebenarnya untuk menentukan karakteristik kabel bawah laut dengan tepat yang digunakan pada sebuah proyek dapat dimulai dengan memahami acuan atau parameter dasar yang mempengaruhi pemilihan kabel tersebut, seperti :

  • Temperatur yang terdapat pada area sekitar lingkungan dasar laut dan darat.
  • Seberapa dalam ketika kabel tersebut ditanam pada dasar laut.
  • Adanya persyaratan khusus yang sesuai dengan metode penanaman kabel seperti kedalaman penanaman kabel, arah pipa mata bor, dan lain sebagainnya.
  • Perhatikan juga jarak aksial kabel tersebut.
  • Ketahanan panas atau thermal yang berada pada dasar laut dan daratan.
  • Memperkirakan terlebih dahulu mengenai panjang kabel untuk bawah laut.
  • Kedalaman air laut yang akan digunakan sebagai tempat penyimpanan kabel bawah laut.
  • Memilih tipe tegangan kabel penghantar daya bawah laut. Biasanya untuk bawah laut dayanaya berkisar a 3.6/6(7,2) kV hingga 290/500(525) kV, dan dapat menggunakan single core ataupun multicore dalam satu kabel.

Selain itu, dalam penghantar daya bawah laut juga terdapat karakteristik utama yang meliputi :

  • Konduktor, biasanya konduktor tersebut terbuat dari bahan material tembaga ataupun aluminium.
  • Adanya insulasi XLPE, EPR or MIND
  • Terdapat screening, yang dimana kabel tembaga ataupun pita dan timbal yang dapat diselubungkan apabila diperlukan.
  • Dibekali juga dengan pelindung yang berfungsi untuk  melindungi kabel dari tekanan mekanis yang digunakan kawat baja.
  • Ada juga sebuah pelindung luar yang  terbuat dari PVC atau PE dan lapisan polypropylene yarns

Pada umumnya multicore kabel memiliki satu core kabel yang dapat digunakan sebagai penghantar data atau fiber optik, sedangkan untuk yang single core kabel hanya dapat diaplikasikan untuk penghantar daya atau data. Dalam pemasangan kabel tersebut, sebenarnya tidak dapat digabungkan menjadi dua kabel menjadi satu gabungan, akan tetapi harus satu kabel saja yang memiliki beberapa inti atau core.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *