Manfaat Jalan Tol dan Sejarahnya

Manfaat Jalan Tol dan Sejarahnya – Dalam hal ini jalan dapat diartikan sebagai jalan yang dikhususkan untuk kendaraan bersumbu dua seperti mobil, bus, dan truk. Tujuannya adalah untuk mempersingkat jarak dan waktu dari satu tempat ke tempat lain. Ketika akan menggunakan jalan ini, para pengguna jalan tol harus melakukan pembayaran sesuai dengan tarif yang telah ditentukan. Biasanya tarif tersebut disesuaikan dengan golongan kendaraan. 

Di Indonesia jalan tol biasanya digunakan secara bergantian dengan jalan bebas hambatan. Namun secara keseluruhan di dunia, tidak semua jalan bebas hambatan memerlukan bayaran. Biasanya pada jalan tol untuk jalan bebas hambatan tanpa berbayar dinamakan freeway atau bisa disebut dengan nama expressway, sedangkan untuk jalan bebas hambatan berbayar dinamakan dengan tollway atau bisa disebut dengan nama toll road

Sejarah Jalan Tol

Pada zaman kuno, jalan tol sudah ada sejak 2700 tahun terakhir. Lalu memasuki abad pertengahan banyak jalan di daerah eropa modern yang dibangun jalan tol untuk menutup biaya konstruksi. Di zaman ini tol digunakan pada zaman kekaisaran Romawi Suci di abad ke 14 dan 15. Lalu pada abad 19 beberapa kota di Kanada memiliki jalan tol tersebut. 

Kemudian di abad 20 mulailah ada penerapan jalan tol akan dikenai biaya di Eropa untuk membiayai pembangunan jaringan jalan tol dan infrastruktur transportasi khusus seperti jembatan dan terowongan. Italia menjadi negara pertama yang menggunakan jalan tol sepanjang 50 km di tahun 1924. Lalu diikuti oleh yunani yang ikut membangun jalan tol pada tahun 1927. 

Kemudian Prancis, Spanyol dan Portugal mulai membangun jalan raya pada tahun 1950-an dan tahun 1960. Mulai dari situ jalan tol baru di perkenalkan di sebagian besar negara anggota Uni Eropa. Memasuki abad ke 21 jalan tol pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1987 dengan dioperasikannya jalan tol Jagorawi yang memiliki panjang sekitar 59 km. 

Jalan tol ini menghubungkan daerah Jakarta, Bogor, Ciawi. Pembangunan jalan tol ini dimulai pada tahun 1975 yang dilakukan oleh pemerintah. Hingga akhirnya memasuki tahun 2005 proses pembangunan jalan tol mulai berada pada fase percepatan. Lalu tanggal 29 Juni 2005 dibentuklah Badan Pengatur Jalan Tol sebagai regulator jalan tol di Indonesia.

Jenis Jalan Tol

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan dalam pembayaran tol seperti menggunakan kartu kredit, kartu prabayar, ataupun dengan cara tunai. Ada juga beberapa tol yang dapat melakukan pembayaran dengan cara otomatis. Banyak sekali variasi tol yang dapat disesuaikan dengan jarak tempuh, gedung, biaya pemeliharaan tol, dan jenis kendaraan. Selain itu, ada tiga sistem jalan tol yang dapat kita ketahui yang terdiri dari :

1. Jalan Tol Terbuka

Melalui sistem jalan tol terbuka ini semua kendaraan berhenti di berbagai lokasi di sepanjang jalan untuk membayar tol. Adanya hal ini dapat menghemat uang, namun hal ini juga dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas.

2. Jalan Tol Tertutup

Melalui sistem tertutup biasanya para kendaraan mengambil tiket tol pada saat akan memasuki jalan tol tersebut. Lalu ketika akan keluar jalan tol, para pengemudi harus membayar uang jumlah yang tercantum untuk keluar dari jalan tol tersebut. Namun kita harus berhati – hati karena jika tiketnya hilang, maka kita harus membayar jumlah maksimum yang mungkin untuk perjalanan di jalan raya itu. 

Namun pada tol tertutup ini ada sebuah hambatan berupa arus utama yang terdapat pada kedua ujung jalan tol, dan adanya pertukaran masing – masing jalan tol yang harus dibayarkan ketika akan keluar atau memasuki tol. Selain itu, tol ini juga sudah dibekali dengan berbagai sistem yang dimana setiap pengendara dapat melakukan pembayaran tol dengan menggunakan uang tunai maupun kartu debit. Untuk wilayah Indonesia sistem ini merupakan sistem yang paling sering digunakan sebagai sistem pembayaran tol.

3. Jalan Tol Elektronik

Melalui sistem ini tidak dilakukan pengumpulan uang tunai yang biasanya dilakukan pada dengan menggunakan transponder yang terpasang pada kaca depan kendaraan. Pada sistem ini dirancang pintu tol khusus yang digunakan untuk pengumpulan elektronik.

Manfaat Jalan Tol

Selain tujuan adanya pembangunan jalan tol tersebut, ada juga manfaat dari adanya pembangunan jalan tol tersebut. Berikut ini beberapa manfaat dari pembangunan jalan tol, yaitu :

  1. Melalui pembangunan jalan tol maka akan berpengaruh pada perkembangan wilayah dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
  2. Dengan adanya pembangunan jalan tol juga dapat meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas orang dan barang.
  3. Dapat memberikan keuntungan untuk pengguna jalan tol yang akan mendapatkan keuntungan berupa penghematan biaya operasi kendaraan dan waktu.
    dibanding apabila melewati jalan non tol.
  4. Adanya pembangunan jalan tol juga akan memberikan keuntungan bagi badan usaha untuk mendapatkan pengembalian investasi melalui pendapatan tol yang tergantung pada kepastian tarif tol.

Tujuan dibuatnya Jalan Tol

Dibangunnya jalan tol di berbagai tempat tentunya memiliki tujuan tertentu, adapun tujuan dari penyelenggaraan jalan tol tersebut yaitu :

  1. Untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas di daerah yang telah berkembang.
  2. Dapat meningkatkan pelayanan distribusi barang dan jasa yang berguna untuk menunjang pertumbuhan ekonomi.
  3. Melalui jalan tol tersebut, hasil pembangunan dan keadilan dapat ditingkatkan.
  4. Melalui penyelenggaraan jalan tol ini juga dapat digunakan untuk meringankan beban dana Pemerintah melalui partisipasi pengguna jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *