Metode Pelaksanaan Konstruksi Terowongan

Metode Pelaksanaan Konstruksi Terowongan – Terowongan atau biasanya disebut dengan nama tunel merupakan sebuah struktur bawah tanah yang dibuat dengan menghubungkan daerah tanpa harus memutari gunung, laut dan bukit. Biasanya terowongan dibuat sebagai akses jalan raya ataupun jalur kereta api. Pelaksanaan konstruksi terowongan bukan perkara yang mudah, karena jika ada sedikit kesalahan dapat menyebabkan keruntuhan pada daerah sekitar.

Metode Pelaksanaan Konstruksi Terowongan

Metode Pelaksanaan Konstruksi Terowongan

Tidak hanya itu saja, untuk area yang akan dibangun terowongan juga tidak disarakan jika terdapat kabel yang melintang, pipa gas dan saluran air yang dapat membahayakan para pekerja. Dalam melakukan penggalian terowongan biasanya dapat menggunakan bantuan berupa alat berat yang memiliki standar cukup tinggi sehingga pada saat melakukan pengeboran akan berjalan dengan waktu yang efisien. Adapun 5 metode konstruksi terowongan yang benar adalah sebagai berikut :

1. Pipa Jacking System (Micro Tunneling)

Banyak yang mengaplikasikan metode ini dalam pembuatan terowongan yang melintasi jalan raya maupun jalan kereta api. Prinsip pada metode ini yaitu alat jacking pipe akan mendorong beton pracetaknya kedalam tanah. Selain itu,  alat ini juga sudah dibekali dengan sebuah cairan yang digunakan untuk menyeimbangkan tekanan air tanah saat proses berlangsung.

Selain relative murah, metode ini juga memiliki keuntungan lainnya seperti lalu lintas tidak terganggu, pipa dapat dipasang dalam keadaan cuaca apapun dan penurunan level air yang mempengaruhi vegetasi dapat dicegah.

2. Tunneling Bor Machine (TBM)

Ini merupakan metode yang sudah dibekali dengan adanya alat penggali berupa silinder yang dapat berputar membentuk lingkaran sepenuhnya. Biasanya penggunaan mesin bor ini diaplikasikan untuk terowongan yang memiliki ukuran besar, dan pengeboran ini dilakukan secara terus – menerus karena mesin ini memiliki pipa pembuangan dengan kecepatan yang sama. Mesin ini akan sudah mengebor ketika menemukan tanah dengan karakteristik yang lunak, karena tanah  tidak mampu menahan beban alat tersebut.

3. New Austrian Tunneling Method (NATM)

Pengaplikasian metode ini biasanya diterapkan dalam pembuatan terowongan dengan menggunakan metode shotcrete beton yang disemprotkan dengan tekanan tinggi dan rock bolt sebagai penyangga sementara tunnel sebelum diberi lapisan concrete. Selanjutnya terowongan akan diberi penguat dengan memasangkan tulangan dan kemudian dilakukan pengecoran menyeluruh.

4. Cut and Cover System

Dalam hal ini  konstruksi terowongan dibuat  dengan cara menggali sebuah trench pada tanah. Lalu pada bagian dinding dan atap terowongan akan dikonstruksikan di dalam galian. Selanjutnya galian akan ditimbun kembali dan seluruh struktur berada di bawah timbunan tanah. Penggunaan metode ini cocok diterapkan jika elevasi terowongan relatif berada di dekat permukaan tanah dan jika daya dukung tanah memungkinkan.

5. Immersed-Tube Tunneling System

Biasanya jenis metode ini banyak diaplikasikan untuk konstruksi terowongan yang melintasi perairan dangkal sehingga terowongan tersebut dapat digunakan sebagai jalan atau rel terowongan maupun supply kabel listrik dan internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *