Penjelasan Lengkap Konstruksi Jembatan

Penjelasan Lengkap Konstruksi Jembatan – Jembatan merupakan bangunan yang digunakan untuk menghubungkan dua jalan atau tempat yang terpisah oleh suatu hambatan. Hambatan ini dapat berupa sungai, lembah, jurang, jalan yang melintang, rel kereta api, saluran irigasi, dll. Jembatan merupakan sarana umum yang vital fungsinya karena menghubungkan 2 buah tempat yang terpisah sehingga waktu tempuh menjadi singkat.

Penjelasan Lengkap Konstruksi Jembatan

Apabila tidak ada jembatan maka 2 tempat yang terpisah tersebut tentu harus menempuh jalan memutar untuk sampai ke tempat / daerah lainnya. Hal ini tentu akan membuat kendaraan menempuh waktu yang jauh lebih lama untuk sampai ke daerah atau tempat lain. Apabila ditinjau dari segi fungsinya, jembatan mempunyai beberapa fungsi yaitu :

Fungsi Jembatan

Berdasarkan fungsinya, ada 3 fungsi jembatan yaitu :

  • Jembatan Jalan Raya (Highway Bridge)

Jembatan jalan raya difungsikan untuk sarana transportasi berbagai macam kendaraan, kendaraan yang dimaksudkan disini adalah kendaraan darat umum seperti mobil, motor, truk, dsb.

  • Jembatan Jalan Kereta Api (Railway Bridge)

Jembatan kereta api memang dibangun khusus untuk dilalui oleh kereta api yang jalurnya terpisah oleh hambatan seperti sungai, lembah, dll.

  • Jembatan Pejalan Kaki / Penyeberangan (Pedestrian Bridge)

Jenis jembatan ini memang dibangun untuk pejalan kaki menyeberangi jalan, jembatan ini dibuat melintas diatas jalan agar lalu lintas jalan tidak terganggu.

Mengenal Struktur Jembatan

Untuk  jenis bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan jembatan sendiri dapat dibuat menggunakan beton, kayu, beton prategang, baja maupun bahan komposit. Faktor seperti fungsi dan tingkat beban yang nantinya diterima jembatan akan mempengaruhi penggunaan jenis bahan pembuat jembatan. Apabila dilihat dari strukturnya, jembatan dibagi menjadi beberapa tipe atau jenis yaitu :

  1. Jembatan Plat (slab bridge) : tipe ini akan membuat struktur horizontal yang akan menahan beban jembatan baik beban mati maupun hidup untuk diteruskan ke struktur vertikal.
  2. Jembatan Plat Berongga (voided slab bridge) : untuk bentang yang lebih panjang pada tipe ini menggunakan beton prategang.
  3. Jembatan Gelagar (girder bridge) : Jembatan yang mempunyai girder baik tipe I, box atau U/V.
  4. Jembatan Rangka (truss bridge) : Jembatan yang disusun dari tiang-tiang yang membentuk segitiga.
  5. Jembatan Pelengkung (Arch Bridge) : Jembatan dengan struktur setengah lingkaran dan kedua sisinya terdapat abutmen.
  6. Jembatan Gantung (Suspension Bridge) : Jembatan yang menggunakan kabel untuk menahan seluruh beban jembatan, kemudian beban ini akan diteruskan ke menara dan blok angkur.
  7. Jembatan Kabel (Cable Stayed Bridge) : Jembatan yang seluruh bebannya ditopang oleh kabel baja.
  8. Jembatan Cantilever (Cantilever Bridge) : Jembatan yang menggunakan beton cetak maupun beton cor pada strukturnya.

Komponen Jembatan yang harus ada

  • Bearing

Bearing atau bantalan ini berfungsi untuk meminimalisir gesekan pada benda bergerak baik pergerakan linier maupun rotasi.

  • Expansion Joint

Komponen ini adalah bagian sambungan yang sifatnya fleksibel, hal ini akan membuat sambungan nantinya mempunyai toleransi ketika bergerak.

  • Span

Span merupakan bentangan antara dua intermediate pendukung yang terbuat dari material seperti beton, baja, kayu, dan lainnya tergantung dari jenis beban yang nantinya diterima jembatan.

Bagian-bagian Konstruksi Jembatan

1. Pondasi

Semua jenis bangunan termasuk jembatan tentunya membutuhkan pondasi yang kuat, hal ini karena pondasilah yang akan menopang seluruh beban yang diterima jembatan. Beban ini kemudian akan disalurkan ke lapisan tanah yang ada di bawahnya. Dalam pembuatan pondasi bisanya dibantu dengan menggunakan alat seperti piezometer, inclinometer, PDA dan lainnya.

Jenis pondasi yang umumnya digunakan pada jembatan antara lain :

  • steel pile
  • reinforced concrete pile
  • precast prestressed concrete pile
  • composite piles
  • concrete cast in place

2. Struktur Jembatan bagian atas (Super Structures)

  • Trotoar

Trotoar dibuat lebih tinggi dibandingkan jalan jembatan agar pejalan kaki lebih aman dan mudah dilihat oleh pengendara.

  • Girder

Bagian ini akan menerima beban lalu lintas jembatan dan menyalurkannya ke bagian bawah atau abutment.

  • Balok Diafragma

Balok diafragma adalah gelagar jembatan yang berbentuk memanjang dan berfungsi sebagai penyangga biasa, bagian ini tidak berfungsi sebagai penopang beban plat lantai.

3. Struktur Jembatan bagian bawah (Sub Structures)

  • Abutment

Bagian yang berfungsi untuk menahan seluruh beban jembatan baik beban mati atau hidup yang berada di kedua ujung pilar jembatan. Ada beberapa bagian pada abutment yaitu :

  • Dinding belakang (back wall).
  • Dinding penahan (breast wall).
  • Dinding sayap (wing wall).
  • Plat injak (approach slab).
  • Konsol pendek untuk jacking (corbel).
  • Tumpuan bearing.
  • Pilar Jembatan.
  • Pondasi inti yang berada di bagian tengah jembatan, fungsinya sebagai penahan jembatan dan menyalurkan beban ke tanah.
  • Pier Head yang berfungsi untuk mengikat pile dan berperan sebagai pondasi bawah.

Loading test jembatan untuk pengujian konstruksi jembatan

Pembangunan jembatan yang telah selesai harus dilakukan pengujian untuk menentukan apakah jembatan layak digunakan, pengujian yang dilakukan disini adalah loading test jembatan. Loading test dapat dilakukan dengan membebani jembatan menggunakan kendaraan berat seperti truk bermuatan untuk berjejer disepanjang jembatan. Pengujian juga dapat dilakukan dengan mengukur getaran yang disebabkan benturan antara ban kendaraan berat dengan jalan karena berjalan melewati tanggul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *