Sistem dan Istilah Tambang Bawah Tanah

Sistem dan Istilah Tambang Bawah Tanah – Dalam memilih sistem tambang bawah tanah yang akan diterapkan, penting sekali untuk memperhatikan beberapa faktor yang harus diperhitungkan.

Sistem dan Istilah Tambang Bawah Tanah

Adapun beberapa faktor tersebut yaitu sebagai berikut :

1. Penting sekali untuk memperhitungkan bentuk, ukuran , letak, serta penyebaran nilai dari endapan bijih.

2. Perhatikan juga sifat dan kekerasan dari endapan bijih dan juga batuan yang ada disekitarnya.

3. Sifat mineralogis dan geologis juga penting untuk diperhatikan.

4. Selanjutnya perhatikan lokasi dari endapan tersebut terhadap tambang yang terdapat di sekitarnya.

5. Untuk persediaan, macam, dan harga material juga perlu diperhatikan yang memungkinkan dipakai sebagai penyangga dalam penambangan.

6. Besarnya modal yang tersedia penting sekali untuk diperhatikan.

7. Dalam melakukan penambangan ini, maka perlu memperhatikan mengenai SDM yang terdapat di daerah penambangan tersebut.

8. Selain itu, kita juga perlu mengetahui cara manajemen yang dipakai dari pertambangan tersebut, apakah tambang tersebut merupakan tambang rakyat, swasta, negara, atau tambang modal asing.

Sistem dan Istilah Tambang Bawah Tanah

Tidak hanya memperhatikan beberapa faktor dalam tambang bawah tanah. Namun, tahukah Anda bahwa dalam lingkup pekerjaan pertambangan terdapat berbagai istilah yang secara spesifik sebenarnya berhubungan dengan pekerjaan tersebut. Berikut ini adalah beberapa istilah yang biasanya terdapat pada tambang bawah tanah :

– Shaft, ini merupakan lubang bukaan vertikal atau miring yang sebenarnya menghubungkan tambang bawah tanah dengan permukaan bumi serta berfungsi sebagai jalan pengangkutan karyawan dan juga pengangkutan alat – alat kebutuhan tambang, ventilasi atau penirisan lainnya.

– Tunnel atau terowongan merupakan suatu lubang bukaan mendatar yang dapat menembus kedua belah kaki bukit.

– Adit, ini merupakan terowongan buntu yang berupa suatu lubang bukaan mendatar atau hampir mendatar dengan menghubungkan tambang bawah tanah dengan permukaan bumi dan hanya dapat menembus disebelah kaki bukit saja.

– Drift, ini merupakan suatu lubang bukaan mendatar yang dibuat persis dekat pada endapan bijih dan arahnya sejajar dengan jurus atau dimensi terpanjang dari endapan bijihnya.

– Cross cut merupakan suatu lubang bukaan yang mendatar dan menyilang atau memotong jurus endapan pada bijih.

– Level dapat diartikan sebagai drift atau cross cut atau adit yang dibuat dengan jarak – jarak yang teratur kebagian arah vertikal, pada umumnya akan diberikan nomor – nomor urut secara teratur yang berdasarkan ketinggiannya dari permukaan laut atau menurut kedalamannya dari permukaan bumi tersebut.

– Raise merupakan suatu lubang bukaan vertikal atau lebih miring yang dibuat dari level bawah kebagian level yang ada di atasnya.

– Winze, ini merupakan suatu lubang bukaan vertikal yang sedikit miring dan dibuat dari level atas ke level yang ada dibawahnya.

– Blind shaft merupakan suatu raise atau winze yang memiliki kegunaan sebagai shaft, namun tidak dapat menembus sampai kebagian dalam permukaan.

Stope atau lombong merupakan suatu tempat atau ruangan pada tambang bawah tanah yang dimana terapat endapan bijih yang sedang di tambang tetapi bukan penggalian yang dilakukan selama masa development.

– Sump merupakan sebuah sumur dangkal yang dipakai untuk menampung air yang selanjutnya dipompakan ke bagian permukaan bumi. 

– Shaft collar dapat diartikan sebagai bagian atas dari suatu shaft yang diperkuat menggunakan beton kayu atau bamboo.

Operasikan Freeport Tambang Bawah Tanah di Tahun 2022

Tahukah Anda bahwa PT. Freeport Indonesia yang merupakan anak usaha dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) menargetkan dapat memproduksi bijih tembaga dari tambang bawah tanah dengan kapasitas yang penuh di tahun 2022. Hal tersebut tentunya naik dari yang masih ada saat ini di tingkat 60% dari kapasitas.

Berdasarkan pernyataan dari Tony Wenas selaku Presiden Direktur Freeport Indonesia, bahwa tambang bawah tanah baru beroperasi dengan kapasitas penuh tersebut dikarenakan perusahaan masih melakukan transisi pengerjaan tambang bawah tanah dari tambang terbuka yang sudah ditutup pada akhir tahun lalu. Diperkirakan tahun depan dapat mencapai 80% dari kapasitas yang ada dan tahun 2022 sudah bisa beroperasi penuh 100% hingga 2041.

Tahun ini produksi tembaga diperkirakan hampir mencapai sekitar 800 juta pon dan emas sekitar 820 ribu ons. Sehingga pada tahun 2022 produksi akan diperkirakan naik menjadi sekitar 1,6 miliar pon tembaga dan 1,6 juta ons emas.

Apabila seluruh tambang sudah beroperasi, maka PTFI akan dijadikan tambang terbesar di dunia. Namun ada dua hal yang bisa menjadi tantangan dalam beroperasinya PTFI tersebut, yang pertama yaitu ore atau bijih yang memiliki sifat basah dan bisa terjadi luncuran lumpuh basah, dengan demikian pengelolaannya dan penanganannya harus sangat berhati – hati, kemudian seismik akan sering terjadi. Maka dari itu, beberapa drop point memang sengaja diledakkan untuk tujuan penambangan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *